Lele merupakan salah satu potensi ekonomi yang sangat menjanjikan, terlebih dengan banyaknya variannya yang dianggap mempunyai kualitas unggul sehingga banyak para peternak yang mempertimbangkan untuk melakukan budidaya lele Sangkuriang.
Di antara berbagai jenis lele yang ada, lele sangkuriang menjadi pilihan yang menarik untuk dibudidayakan karena memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan jenis lele lain.
Jika Anda merupakan salah satu peternak yang mulai melirik untuk membudidayakan lele sangkuriang, maka bisa membaca artikel untuk mempelajari seluk beluk cara budidaya ikan lele Sangkuriang.
Jenis Lele Sangkuriang
Lele Sangkuriang (Clarias gariepinus var. sangkuriang) adalah hasil perbaikan genetik melalui silang balik antara induk betina generasi kedua dengan induk jantan generasi keenam lele dumbo. Proses perbaikan genetik ini bertujuan untuk menghasilkan ikan lele yang memiliki keunggulan dibandingkan dengan varietas lele lainnya.
Salah satu keunggulan Lele Sangkuriang adalah pertumbuhannya yang cepat. Ikan lele ini mampu tumbuh dengan cepat dalam waktu yang relatif singkat. Selain itu, Lele Sangkuriang juga memiliki jumlah telur yang lebih banyak dibandingkan dengan varietas lele lainnya.
Keunggulan lainnya adalah kemampuan hidup dalam kondisi air yang minim. Hal ini membuat Lele Sangkuriang menjadi ikan yang cocok untuk dibudidayakan di daerah yang memiliki keterbatasan air.
ikan lele ini juga memiliki kebutuhan pakan yang tidak terlalu banyak, sehingga biaya produksi peternak ikan menjadi lebih efisien.
Lele Sangkuriang menjadi komoditas unggulan karena mudah dibudidayakan dan memiliki adaptasi yang tinggi pada berbagai kondisi lingkungan sehingga membuat lele sangkuriang menjadi pilihan yang tepat bagi para peternak yang ingin memulai usaha ternak ikan lele.
Mengenal Budidaya Lele Sangkuriang
Budidaya lele Sangkuriang merupakan salah satu cara metode peternakan ikan lele yang berpotensi memiliki nilai ekonomis sangat tinggi. Selain karena tidak sulit membudidayakannya juga karena hasil panennya sangat menjanjikan.
Ikan lele sangkuraing memiliki ciri khas berupa warna tubuh yang keabu-abuan atau coklat muda dengan bintik-bintik putih di bagian tubuhnya.
Beberapa keunggulan lele Sangkuriang yang menjadi faktor pertimbangan untuk memilikinya adalah sebagai berikut:
- Tahan terhadap berbagai penyakit.
- Memiliki pertumbuhan yang relatif cepat.
- Memiliki daging yang kenyal dan enak.
- Adaptasi yang baik terhadap perubahan lingkungan budidaya.
- Dapat menghasilkan hasil panen yang optimal.
Karena kelebihan-kelebihannya, banyak peternak yang memilih budidaya lele Sangkuriang. Apalagi jika dibarengi dengan perawatan yang optimal maka sudah dapat diperkirakan potensi Keuntungan yang diperoleh pada satu masa panen.

Berikut langkah-langkah cara ternak lele sangkuriang:
Persiapan Kolam dan Air
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah anda perlu mempersiapkan kolam serta air sebagai lingkungan tumbuh kembangnya. Adapun pilihannya adalah sebagai berikut di bawah ini:
Persiapan Kolam Lele
Pemilihan kolam sangat mendukung kesuksesan budidaya lele Sangkuriang. Terdapat beberapa jenis kolam yang bisa anda pilih, mulai dari yang menggunakan ember berukuran besar, kolam tanah, kolam beton sampai kolam terpal.
Dengan adanya banyak pilihan tersebut maka, Anda dapat menyesuaikannya dengan luasan lahan yang tersedia. Setiap jenis kolam tentu saja mempunyai persiapan yang sedikit berbeda.
Jika memang lahan yang ada tidak terlalu luas, maka Anda bisa memanfaatkan ember yang mempunyai volume cukup besar. Atau dengan memanfaatkan kolam terpal yang mudah diaplikasikan dengan berbagai ukuran.
Apapun jenis kolam yang anda gunakan, sangatlah penting untuk memastikan agar air kolam dalam kualitas yang sehat dan bebas zat beracun.
Jika memungkinkan, menggunakan kolam tanah akan lebih baik karena bisa menumbuhkan mikroorganisme alami untuk mendukung kebutuhan pakan alami lele dan mikroorganisme baik yang ada di tanah akan membuat kolam menjadi seperti habitat asli yang ideal untuk ternak lele.
Anda dapat mempersiapkan agar air kolam tersebut juga ditumbuhi mikroorganisme yang tepat untuk mendukung pertumbuhan lele Sangkuriang secara optimal.
Apalagi ketika lele masih dalam bentuk benih, mikroorganisme tersebut merupakan pakan alami yang sangat cocok untuk organ pencernaan lele yang belum bertumbuh dengan baik.
Lihat: Manfaat Probiotik Lele
Persiapan Air
Kendati lele dikenal sebagai ikan yang dapat hidup dengan baik di kondisi extreme bukan berarti persiapan airnya bisa Anda abaikan.
Keadaan air kolam yang perlu diperhatikan adalah:
- Pastikan kolam yang akan digunakan sudah bersih. Anda dapat memanfaatkan air dari sumur yang bebas kaporit dan zat beracun.
- Bersihkan air kolam yang akan digunakan dari dari lumpur dan sisa-sisa organik lainnya.
- Pastikan air tidak tercemar bibit penyakit yang bisa menyebabkan timbulnya penyakit pada lele.
- Pastikanlah air kolam mempunyai kadar oksigen yang cukup. Anda bisa menggunakan aerator untuk memastikan jumlah oksigen tersebut.
- Selain itu, juga perlu menyesuaikan pH air agar sesuai dengan kebutuhan lele Sangkuriang yang berkisar antara pH 6,5 – pH 7,5.
Pemilihan Bibit Lele Yang Baik
Anda harus memilih bibit lele sangkuriang dengan kualitas unggulan dan sehat. Pilih bibit yang bergerak aktif dan berukuran seragam. Hindari yang cacat atau sudah terlihat sakit.
Dengan memastikan bahwa benih lele tersebut dalam keadaan sehat serta terhindar dari penyakit, maka Anda bisa mengurangi jumlah lele yang mati selama masa ternak sehingga hasil panen akan maksimal.
Pemberian Pakan
Salah satu cara yang pasti agar lele dapat cepat besar adalah pemberian pakan lele yang tepat dan nutrisi tinggi. Tentu saja proses ini harus dilakukan mulai dari masa bibit sampai dewasa.
Pemberian pakan lel bisa menggunakan pelet atau pakan pabrikan. Jenis pakan pelet mulai diberikan dari benih sampai lele mencapai usia dewasa.
Anda perlu perhatikan ukuran pakan yang sesuai dengan umur lele. Berikan pakan dengan ukuran lebih kecil ketika lele berumur 2 sampai 4 minggu.
Anda juga bisa memberikan pakan alami lele sebagai tambahan nutrisi, seperti:
- Berikanlah cacahan ikan runcah yang telah dihaluskan agar mudah untuk dikonsumsi lele.
- Anda juga bisa memberikan cacing ataupun jangkrik yang masih kecil sebagai tambahan proteinnya.
- Berikanlah sisa sayuran yang tidak terpakai lagi sebagai salah satu pakan alaminya. Antara lain adalah bayam, lobak, sawi beserta daun talas.
- Ada juga dapat memberikan ampas tahu yang sudah difermentasi untuk meningkatkan kadar nutrisinya.
Jangan memberikan pakan lele dengan berlebihan agar tidak menghasilkan endapan yang akan menghasilkan amonia. Jika kadar amonia dalam kolam terlalu tinggi maka akan mengganggu kesehatan lele.
Pada masa pembenihan awal, tambahkanlah mikroorganisme alaminya yang dapat membantu mempermudah benih lele untuk mencerna. Sebab Pada masa itu organ pencernaannya belum berkembang secara optimal.
Lele merupakan ikan kanibal yang jika merasa kelaparan bisa membuatnya memangsa lele yang berukuran tubuh lebih kecil. Oleh karena itu Anda harus memastikan bahwa jumlah pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan lele.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Agar anda mendapatkan hasil panenan yang optimal maka perlu dilakukan pemeliharaan serta pengendalian hama dan penyakit yang dapat menyerang lele, seperti:
- Lakukan pemeliharaan kolam secara rutin. Seperti mengecek kebocoran serta suhu air.
- Membersihkan sisa-sisa makanan atau kotoran yang menumpuk di kolam. Karena kelebihannya dapat menyebabkan terbentuknya gas amonia yang bisa membuat lele menjadi keracunan dan mudah sakit.
- Jika sudah tercium bau amonia sebaiknya lakukanlah pengurasan kolam lele agar tidak meracuni air kolam.
- Lakukanlah pemisahan antara lele yang terlihat sakit dengan yang sehat
- Pastikanlah agar lubang saluran air tutup rapat agar hama tidak dapat masuk dengan bebas. Dengan demikian adapun dapat mencegah musang ataupun ular memasuki kolam lele tersebut.
- Siapkanlah sebuah kolam untuk menjadi tempat lele yang sakit dan lakukanlah perawatan sesuai dengan gejala yang diperlihatkannya.
Panen dan Pemasaran
Masa budidaya lele Sangkuriang berkisar 3 sampai 4 bulan. Dengan perawatan optimal Anda bisa memperoleh seekor lele dengan berat 150 sampai 250 gram. Sehingga sekilo lele akan menghasilkan sekitar 4 sampai 7 ekor lele.
Sehari sebelum masa panen ada baiknya lele Sangkuriang tidak diberikan makanan agar tidak buang kotoran selama transportasi ke konsumen, sehingga ikan tersebut pun dalam keadaan yang bersih.
Lakukan panen ketika lele Sangkuriang sudah mencapai ukuran yang diinginkan. Panen bisa dilakukan dengan penuh atau sebagian, tergantung kebutuhan.
Untuk pemasaran, Anda dapat menjual ke pasar tradisional atau modern disekitar Anda.
Ternak Lele Sangkuriang
Budidaya lele sangkuriang memang membutuhkan perhatian dan pengelolaan yang tepat, namun potensi keuntungan yang akan Anda dapatkan sangat menjanjikan.
Jenis ikan lele sangkuriang juga sangat cocok untuk diternak karena daya tahan yang tinggi terhadap penyakit dan pertumbujan yang cepat.



